Tema : Pluralitas sebagai pemersatu
bangsa Indonesia.
Hidup adalah suatu proses metamorfosis yang selalu
terulang dan terulang lagi fasenya seperi recursive
overflow (perulangan tanpa batas), selama ada harapan, kekuatan dan tujuan
yang jelas membuat ku terus berubah dan bertahan hidup.
Membuat lukisan di kanvas kehidupan sendiri tidaklah
gambang menurutku, terlebih ketika menjadi kuas pertama yang harus melukis dan
dijadikan contoh lukisan keluarga bagi adik-adik sendiri kedepannya.
Berkarakter, penuh makna dan memiliki nilai artistik adalah tujuan dari lukisanku
nantinya, meski belum tahu bagaimana nanti hasilnya seperti mozaik lah hasil
yang ingin aku berikan ke keluarga.
Sektsa yang sering aku buat hanyalah sebuah sketsa
tanpa makna, tanpa representasi terhadap sesuatu dan tanpa nilai, ujar banyak
teman-temanku mengkritik. Tapi ketika aku kuliah, aku melihat banyak sekali
proses kehidupan yang memberiku pelajaran dalam melukis kehidupan ini. Mulai
dari bertahan hidupdengan cat warna yang seadanya, hingga melukis senyum orang
lain melalui sikap yang aku berikan. Kecil, biasa dan sederhana, tapi begitulah
hal yang paling aku sukai ketika melukis. Dengan banyaknya pluralitas unsur kehidupan dalam lukisanku membuatku merasa menjadi
pelukis seperti Leonardo Da Vinci – Italia.
Begitulah aku hidup untuk mempelajari kehidupan,
sehingga hidup juga yang mengajarkan aku banyak hal dalam melukis. Mulai dari
lukisan yang berasal dari pelukis amatiran seperti aku, besar harapan agar
dapat memberikan semangat bagai teman-teman yang mau mulai melukis dan sudah
melukis. Karena walaupun cara, metode, bahan, dan kreatifitas kita dalam
melukis berbeda-beda, tapi kita mempunyai satu tujuan yang sama kenapa kita
melukis?
Aku yakin dan percaya dengan tujuan kita. Mari buat dunia kita indah dengan
lukisan, tapi akan jauh lebih indah jika lukisan kita bisa membuat orang lain
tersenyum.
because i believe i can push my self to catch the limit
i will open it with my key (make me to be better)
to see what which i not see before...
i want to know how far i can go by writing ,
i not want to be perfect, but i want to challenge my self to grow
always keep in my dream by writing
Pendahuluan: Teknologi dan Kesenjangannya
Hari minggu roni sering nonton TV, selepas pulang sekolah minum es, berangkat sekolah pakai sepeda motor, dan setiap hari pasti bercengkrama dengan komputernya.
Mungkin roni akan selalu bermuram durja di hari minggu jika OmJohn Lodie Baird (1926) tidak melakukandemo televisi pertama kali, mungkin roni akan senantiasa merasakan dahaga selepas pulang sekolah jika OmWilliam Cullen dari University of Glasgow (1748) tidak menemukan “mesin pendingin (kulkas)”, mungkin juga roni akan selalu terlambat sekolah jika OmErnest Michaux dari Prancis (1868) tidak menggagaskan disaign sepeda motor pertama, atau mungkin roni akan buta (kurang informasi) dengan dunia luar jika OmCharles Babbage (1822) tidak membuat alat perhitungan yang rumit yangmenjadi dasar untuk membuat komputer.
Jadi secara langsung atau tidak langsung ronitengah hidup pada hasil pemanfaatilmu pengetahuan yang tinggi atau kerap kali kita sebut dengan ilmu teknologi. Ilmu teknologi pada dasarnya adalah ilmu dari pengembangan berbagai macam ilmu lainnya yang terkumpul menjadi satu, yang dapat berkembang lebih pesat lagi dari tahun ke tahun sesuai padakemampuan (skill) orang yang ingin mengembangkan ilmu tersebut. Orientasi semua ilmu pada dasarnya sama, yakni untuk membantu manusia (human friend).
Cukup memperihatinkan dan menyayat hati apabila kita melihat banyak dari masyarakat Indonesia masih kesulitan memanfaatkan ilmu teknologi seperti roni. Teknologi justru banyak digunakan oleh masyarakat yang berpunya, berpendidikan, dan mempunyai kedudukan dan kekuasaan dibandingkan dengan masyarakat yang hidupnya jauh dibawah garis kemiskinan dan tinggal di daerah – daerah terpencil (terutama jauh dari kota). Ada juga beberapa oknum tertentu yang menyalah gunakan ilmu teknologi seperti; penipuan; perampokan; dan tindakan tak terpuji lainnya. Walaupun sekarang banyak diantara kita bahkan mampu menemukan ilmu teknologi baru, tapi tak sebanding lurus dengan kesenjangan sosialnya (social discrepancy). Sepintas lalu, aku terniang oleh kalimat yang selalu terucap dari bibir Drs. Hendri Sukoco dalam materi Fisika Elektoro di sekolahku:
Jadikanlah ilmumu sebagai alat yang menguntungkan bukan alat yang merugikan.
Kepedihan ini nampak jelas terasa. Ketika bukti secara nyata menyatakan bahwa peranan ilmu teknologi belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat. Kita masih dihimpit oleh ruangan kesenjangan, padahal human right yang ingin kita ingin rasakan.
Mengapa penggunanan ilmu teknologi harus merata? Untuk menciptakan kestabilan bangsa; untuk keadilan warga negara; untuk menunjukan bahwa orientasi ilmu teknologi itu benar adanya dan mampu menolong semua orang tanpa pandang bulu, karena aku yakin apabila kesempatan telah diberikan bukan mustahil young generation with full talent will born. Nantinya talent – talent inilah yang akan mengikis bahkan meniadakan kesenjangan yang tengah terjadi sekarang. Dan mungkin merekalah juga yang akan membuat nyata mimpi – mimpi dari founding fathers of technology yang salah satunya Albert Enstaint (E = mc2) yang menyatakan bahwa suatu saat nanti manusia akan hidup dengan teknologi dengan kecepatan cahaya (299.792.458 meter per detik)
(“salah satu penggambaran dari cerita pada kecepatan cahaya adalah FILM yang berjudul MATRIX”)
Dunia saat ini terus berkembang. Perkembangan ini nantinya akan ber-metamorfosis menjadi predator ganas yang siap mengintai; menerkam; megoyak; mencabik; dan memangsa setiap orang yang cupu (kurang/tidak mengenal tentang ilmu teknologi). Maka tuntutanlah yang sifatnya mutlak yang harus kita terima, yakni meningkatkan potency dan rasa competitive kita setinggi mungkin. Lekas merapatkan barisan; kencangkan ikat pinggang untuk berlari dan terus berlari dalam titihan dunia IT. Because IT is wonderful world.
Sosok Ilmu Teknologi bidang Informatika, Multimedia dan Telematika yang lahir untuk Indonesia: KRMTRSN
Telah banyak yang membahas mengenai penemuan dari bidang teknologi, mulai dari system operasi GARUDA, anti virus ARTAV, jejaring social SALINGSAPA, blog hosting dagdigdug.com, dan lain sebagainya (Untuk melihat penemuan yang lain silahkan lihat website ini ). Ini menjadi bukti bahwa mereka tidak mau kalah dengan sang predator (perkembangan dunia), oleh sebab itu saya terilhami untuk menceritakan seorang tokoh IT yang menurut saya turut andil dalam memerangi kesenjangan social di Indonesia, dan memiliki kontribusi dalam agar manfaat dari IT dapat diterima dengan rata oleh masyarakat Indonesia. Meskipun banyak tokoh social entrepreneur, pakar – pakar IT, tapi aku mempunyai kekukuhan untuk menampilkan tokoh ini, karena ia juga menjadi salah satu idolaku di bidang IT di Indonesia.
Laki – laki yang lahir di Yogyakarta tanggal 18 Juli 1968 ini adalah salah satu activist di Indonesia saat ini. Kamampuannya dibidang Informatika, Multimedia dan Telematika tak perlu diragukan lagi, karena frequency kemunculannya di muka public pun seiring dengan prestasinya. Lulusan Universitas Gajah Mada jurusan ilmu komunikasi (1991-2001) ini pernah mencicipi dunia infotainment sebagai pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama 5 tahun, dan ia adalah pengurus Partai Demokrat dibidang Komunikasi dan Informatika. Ia tak mau ilmu yang ia dapatkan terbuang dengan sia – sia, hal ini nampak jelas ketika ia mengajar di Institut Seni Indonesia jurusan Seni Media Rekam (1994-2004), sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM. Itulah Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo(KRMTRSN) atau yang akrab dengan sebutan Bapak Roy Suryo yang merupakan keturunan darah biru dari Prof. Dr. dr. KPH Soejono Prawirohadikusumo SPs SP Kd dengan R Ay Soeratmijati Notonegoro. Namanya mulai dikenal ketika ia mengumumkan hasil analisis keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden B.J. Habibie kala itu.
Pelajaran yang dapat kita ambildariKRMTRSN: dibidang Informatika, Multimedia dan Telematika
Ilmu dan Teknologi adalah yang yang saling bersinergi, saling mengsisi dan memenuhi untuk menolong manusia. Ilmu yang berguna adalah ilmu yang dimanfaatkan dengan baik (help other people). Dan ini benar – benar dilakukan oleh Babak Roy Suryo. Beliau memberikan gambaran pada kita bahwa ilmu teknologi itu sangat bermanfaat dan membantu orang – orang tertindas, kaum lemah, bahkan ilmu teknologi mampu memberikannya tanpa pandang bulu. Tapi untuk menyetarakan itu semua membutuhkan waktu dan usaha yang keras. Kita bisa memulainya pada diri kita, orang – orang terdekat, sekelompok orang, terakhir kemasyarakat Indonesia.
Berkiblat dari ilmu teknologi, did you know aboutComputing Cup 2011?Computing Cup 2011 merupakan agenda yang baru pertama kali diadakan oleh Program Studi Ilmu Komputasi Institut Teknologi Telkom. Tujuan dari event ini selain sebagai ajang pencarian bakat young generation with full talent adalah menanamkan bahwa IT it’s Full Color. Semoga apa yang saya tulis ini memberikan hal yang positif bagi para pembaca. Amin…
Sepak TerjangKanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo dalam memacu prestasi, diantaranya adalah;
Mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004
pernah tercatat sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM
mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM
seorang pengurus Partai Demokrat di bidang Komunikasi dan Informatika
pernah menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama lima tahun
sering meraih penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional
ikut dalam kepengurusan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia, Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia
tercatat sebagai salah satu konsultan teknis di situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
penghargaan dari berbagai pihak, di antaranya dari Kadin bidang Telematika, Menteri Perhubungan Agum Gumelar, Majalah Trend Digital, Telkomsel, dan Garuda Indonesia
Terakhir Ia tercatat sebagai ketua departemen komunikasi dan informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
Contact